Nganga Biaya Pendidikan Anak

gambar dari gugel yaa heheh

Jadi, pagi-pagi saya udah shock therapy gara-gara baca insta story mom @diary.of.rainbowbaby tentang biaya sekolah anak di beberapa kota. Saya nggak nyangka aja gitu, SPP dan uang pangkal anak PG-TK bisa loh sampe belasan juta! Sebagai anak produk 90'an yang SPP kuliah saya satu semester aja hanya Rp 1,8jt, tentu saya terkaget-kaget. Gila ya, inflasi biaya pendidikan mah gak bisa dinalar. Ya mungkin kalau di kota Malang, sekolah PG-TK yang sampai belasan juta bisa dihitung jari lah. Eh, tapi apa emang rata-rata udah segitu juga ya? Hihi coba kapan-kapan kalo saya senggang, saya survey yaaa lalu saya share disini. Karena beberapa kali saya browsing google, informasinya masih minim banget tentang biaya sekolah PG-TK khususnya sekolah katolik/kristen/umum.

Hasil baca-baca info dari akun instagram financial planner kayak Jouska atau parenting blogger favorit saya seperti @winditeguh dan @annisast, inflasi biaya pendidikan emang ada sekitar 10-15% per tahun. Which means, kalo sekarang uang pangkalnya Rp 5jt dan anaknya baru sekolah kira-kira 2 tahun lagi kayak anak saya, hitung aja deh kira-kira bakal berapa uang pangkal dan SPP-nya. Yang berarti, kita sebagai #emakemakhemat dan #middleclassngehe harus lebih pintar untuk melawan inflasi ini. So far, saya sih mencoba untuk menabung melalui reksadana.

Karena saya bukan perencana keuangan, bukan orang manajemen, akuntansi, maupun sebangsanya, saya coba jelaskan sesimpel mungkin ya tentang reksadana.
pic from blog irfan.id


Prinsipnya, di reksadana kita membeli sejumlah unit dengan NAB tertentu, yang kemudian nantinya investasi kita tersebut akan diolah oleh Manajer Investasi ke dalam produk pasar modal. Kenapa saya pilih reksadana untuk menabung dana pendidikan anak? Alasan utamanya sih, karena bunganya masih lebih tinggi dibanding menabung biasa atau taruh uang di deposito. Dari 4 jenis reksadana yang ditawarkan, saya baru berani menabung di reksadana pasar uang untuk jangka waktu investasi kurang dari 2 tahun dan reksadana pendapatan tetap untuk jangka waktu 2-5 tahun karena lebih minim resiko dibanding reksadana campuran, reksadana saham, atau saham walau yaa returnnya paling sedikit dibandingkan yang lain. Beli reksadana dimana? Yang saya tahu dan pernah saya coba, belinya bisa di Agen Penjual Reksa Dana seperti Bareksa dan Tanamduit yang sudah pasti terpercaya dan diawasi oleh OJK. Ini penting yaa. Pastikan kalau APERD dan MI-nya terdaftar dan diawasi oleh OJK, bukan produk abal-abal. Udah coba nabung saham? Masih belajar bozzzz hahaha nanti ya kalau saya udah pinteran saya share disini juga hehehe.

So, apa kesimpulan dari tulisan ini? Jangan mau kalah ama inflasi yaaa buibu. Apalagi kalau buat pendidikan, sepanjang kita mampu kalau bisa kasih yang terbaik menurut kemampuan kita karena gimana pun juga pendidikan itu modal buat anak kita secara persaingan anak jaman sekarang ngeri-ngeri banget. Lagi-lagi mengutip kata-kata @annisast dan suaminya di blognya, kurang lebih mereka bilang kalau 'yang penting kita udah semaksimal mungkin ngasih modal pendidikan yang terbaik untuk anak. Perkara nanti gedenya mereka jadi apa, yang jelas kita sebagai orang tua sudah lega karena sudah ngasih yang terbaik buat anak.' Semangat!

No comments:

Powered by Blogger.