Etika Posting tentang Anak di Media Sosial

September 25, 2019

Disclaimer: tulisan ini harap dibaca dengan pikiran terbuka. Saya tidak ada maksud untuk menyudutkan siapa pun dalam tulisan ini. Murni hanya opini semata. 



Belakangan ini, isu mengenai privasi anak banyak diomongin di Instagram. Kalau dari yang saya tau sih, isu ini menguat sejak Raisa menghindari posting foto anaknya di sosmed. Influencer lain yang saya follow seperti Alanda Kariza pun melakukan hal yang sama. Dian Sastro dulu sempat gitu juga, tapi mungkin karena anaknya udah pada besar, dia sesekali posting foto anaknya. Kenapa mereka nggak mau posting foto yang menunjukkan wajah anaknya? Ya itu tadi, untuk menjaga privasi anak sekaligus menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Saya sih, awalnya masih belum terlalu peduli ya sama isu ini. Upload foto anak mah upload aja. Tapi kemudian, saya baca story-nya teman (yang saya lupa siapa huhuhu) yang merepost video mengenai  fenomena 'sharenting', bahwa banyak lho anak yang fotonya diposting oleh orang tua mereka di media sosial, dan setelah mereka besar mereka kurang nyaman dengan begitu banyaknya postingan tentang diri mereka yang tentunya diposting tanpa seijin mereka kan, karena waktu itu mereka masih kecil.

Kemudian, saya baca postingan @parentalk.id yang fotonya saya upload di atas. Beberapa poin bikin saya makjleeebbb sih sebagai emak-emak yang termasuk sering upload foto anak di media sosial terutama Instagram HAHAHAHA. Apakah salah posting foto anak di media sosial? Kalau yang saya tangkap dari postingan di atas, nggak salah kok, tapi harus ada etikanya.

Masih ngomongin postingan @parentalk.id di atas, saya jadi menggarisbawahi poin nomor 6. Jangan cantumkan lokasi atau atribut spesifik mengenai anak. Sepertinya yang dimaksud dalam poin ini adalah lokasi rumah/sekolah dan juga atribut sekolah ya. Nahhhh, ini langsung bikin galau secara saya sekarang sudah mulai mengincar sekolah buat Cei sekitar tahun depan. Kenapa kok galau? Jadi, kebanyakan sekolah yang saya incar buat Cei itu punya akun media sosial, khususnya Instagram. Ada juga yang punya Facebook tapi nggak aktif-aktif amat. Okelah saya nggak posting apapun tentang kegiatan, lokasi, dan atribut Cei kalo nanti sekolah di sekolah A misalnya. Lah tapi, kalau sekolah yang bersangkutan posting foto muridnya lagi berkegiatan, trus gimana dong? Kan sama aja boong yah emaknya ga posting tapi sekolahnya posting dengan detil sekarang anak-anak lagi kegiatan apa dimana dengan siapa. Atau bisa juga, saya ga posting, tapi emaknya teman Cei di sekolah posting Kalau dengan sesama orang tua murid, mungkin bisa lah ngomong baik-baik misalnya kita gak berkenan wajah anak kita diposting di media sosial. Tapi kalau sekolahnya, bagaimana? Jujur saya mau tanya deh, bolehkah kita sebagai orang tua meminta kepada pihak sekolah untuk tidak memposting kegiatan yang ada anak saya di dalamnya? Atau saya cari sekolah lain saja yang nggak punya media sosial? Padahal sudah sreg sama sekolah yang ituuu huhu. 

Silahkan lho kalau ada yang mau berbagi keresahan yang sama, siapa tau nanti ketemu solusinya :)

No comments:

Powered by Blogger.