Hidup Minimalis

September 10, 2019

Belakangan ini kayaknya 'gaya hidup minimalis' lagi populer ya. Apalagi sejak bukunya Marie Kondo The Life Changing Magic of Tidying Up direview dimana-mana, terus ada juga buku Goodbye Things-nya Fumio Sasaki. Kalau bukunya Marie Kondo saya sempat baca tapi nggak sampe habis, dan kemudian bukunya saya preloved LOL. Sedang bukunya Fumio Sasaki, saya baru baca bagian depan doang karena lagi males baca in English HAHAHAHA.

Sekilas mengenai 2 buku tersebut, sebenarnya menceritakan hal yang hampir-hampir sama sih. Bahwa rata-rata banyak orang memiliki kebiasaan menimbun barang dan beli barang yang sebenarnya nggak diperlukan. Pada akhirnya, ya harus decluttering agar bisa 'terbebas' dari barang-barang tersebut. Marie Kondo juga bilang di bukunya bahwa sebaiknya hanya simpan barang, contohnya pakaian, yang 'spark joy'; kita sebagai pemakai haruslah bahagia pada saat memakainya. Ada juga poin yang mengatakan (saya lupa ini di buku Kondo atau Sasaki ya) kalau pas decluttering itu harus satu waktu sekaligus, alias jangan dicicil. Selain menghemat waktu, energi yang terpakai juga nggak percuma karena melepas ikatan dengan barang-barang juga menghabiskan tenaga lho.

Anyway, sejak tinggal di rumah baru, cita-cita saya adalah rumah harus minim barang. Karena pengalaman di rumah orang tua dan mertua, barang numpuuuukk dimana-mana. Bahkan baju pentas saya waktu masih TK masih ada lho, saking doyannya orang tua menumpuk barang. Tapi, realita memang nggak bisa seindah ekspektasi. Baru juga 2 tahunan saya menempati rumah, tapi rasanya rumah udah penuuhhh. Barang-barang anak, mulai baju, mainan, buku, stroller, alat MPASI, botol-botol susu jaman bayi, alat pemanas susu, alat belajar jalan. Lemari kitchen set sudah 2 biji sudah mulai penuh sama panci, wajan, baskom, tupperware, dll. Belum lagi oven, blender, timbangan kue, dsb. Lemari baju pun sama. Saya pun sekarang jadi nggak pernah beli buku fisik setelah baca dikit bukunya Sasaki, padahal saya kutubuku. Belanja baju pun paling baju menyusui, tapi toh nyatanya penuh juga. Ini baru 2 tahun lho yaaaa. Apa kabar 5 tahun nanti? *tutup muka*

Memang sejak tinggal di rumah baru ini, saya belum pernah sama sekali decluttering. Soalnya bingung juga, barangnya dikasih ke siapa ya? Dibuang di tempat sampah juga sayang, kalau dikasih ke orang sayanya nggak enak, masa sih baju udah buluk dikasih ke orang kan. Ditaruh panti asuhan, emang panti mau nerima baju bekas. Emang saya kebanyakan alasan nih, jadinya ketunda terus mau beres-beres huhuhu. Tapi seriusan deh, baju bekas, wajan bekas, itu baiknya dikemanain sih? Sumpek juga rumah penuh, tapi nggak tau barangnya harus dikemanain. Any ideas?

Baiklah, weekend ini harus decluttering!!
.
.
.
.
.
.
.
.
...kalau nggak capek LOL

No comments:

Powered by Blogger.