Tentang Memarahi Anak
Ada nggak sih yang hobinya baca teori parenting sana sini, tapi begitu berhadapan ama anak langsung menguap semua teorinya? Tunjuk jari dong, biar saya nggak ngerasa sendirian *tutup muka*
Belakangan ini saya lagi kewalahan banget ama tingkahnya Cei. Sebenarnya nggak yang gimana amat gitu sih, tapi ada satu kebiasaan jelek dia yang saya sampe udah kehabisan akal buat bilanginnya. Jadi, dia tuh sering banget kalo dipegangi gelas minuman atau piring makanan, tanpa babibu langsung ditumpahin ke lantai. Abis itu dia ketawa. Kayaknya buat dia itu lucu, padahal kan enggaaa T___T. Awalnya saya coba bilang baik-baik, menurut teori parenting millenial jaman now, bahwa seperti itu nggak baik, jangan diulangin ya, ayo diberesin sendiri. Sekali dua kali dibilangin masih seperti itu, lama-lama bertanduk juga ye kaaan mamak. Akhirnya, beberapa hari kemarin saya memutuskan untuk jadi 'jahat' dengan bersikap tegas (walo sebisa mungkin ga membentak), yah meski endingnya dia jadi nangis sih.
I know, kebanyakan teori parenting sekarang memang mengajarkan untuk 'jangan memarahi anak karena bisa bearkibat anak kurang percaya diri, pemberontak, blablabla'. Tapi beneran deh saya clueless, kalau sudah seperti itu salahkah saya memarahi anak, sedangkan saya sudah berusaha untuk memberitahunya baik-baik? By the way, saya jadi ingat salah satu variety show favorit saya dulu, The Return of Superman. Ingat kan kalau awal-awal dulu ada Song Ilkook appa dan Daehan Minguk Manse. Salah satu adegan yang masih saya ingat jelas sampai sekarang adalah cara Ilkook appa mendisiplinkan the triplets. Jadi, kalao misalnya salah satu dari mereka ada salah, langsung dibawa ke kamar atau kamar mandi, lalu diminta untuk diam selama 5 menit gitu sambil 'merefleksikan' kesalahan mereka. Tapi Ilkook appa juga fair. Setelah mereka selesai time out-nya, dia akan memeluk mereka dan bilang bahwa mereka doing a good job. Saya masih mencoba menerapkan cara ini ke Cei, walo belum berhasil-berhasil banget sih.
Memang, parenting itu seperti nggak ada benernya dan nggak ada habisnya. Beum lagi kalo ntar di-judge netijen, kok anaknya digitukan, kok anaknya digonokan. Tapi saya percaya, kita tahu apa yang terbaik untuk keluarga kita terutama anak. Kasarannya, kita ga mungkin kan 'menjerumuskan' anak. Apapun itu, semoga kita menemukan cara yang terbaik untuk keluarga kita yaa :)




No comments: